Tampilkan postingan dengan label Pola Asuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pola Asuh. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juli 2019

Bundaaaa, Jangan Terlalu Biarkan si Kecil Bermain dalam Rumah

Batas Berita - Setiap orangtua tentu sangat peduli dengan tumbuh kembang sangat buah hati. Bahkan karena khawatir kotor, tercemar Lingkungan yang tak sehat, beberapa orangtua melarang Anak Bermain di Lingkungan terbuka. 
Lantas, apakah cara tersebut akan baik untuk tumbuh kembangnya kelak dewasa nanti? Beberapa penelitan menyebutkan bahwa tumbuh kembang Anak sangat berpengaruh dari Lingkungan tempatnya Bermain.
Dilansir AkuratParenting dari laman brightside.me, penulis Richard Louve mewawancarai dan mendata 3.000 keluarga dengan pilihan Bermain di dalam ruangan dan di Lingkungan terbuka. Hasilnya sebagian besar memilih untuk Bermain di dalam rumah dengan lebih sering fokus ke teknologi. 
 
"Anak-Anak kita generasi yang terputus dari Alam dalam sejarah," katanya.
 
Padahal, menurut Dokter Anak, Julia Carvalhoinsist, sangat penting Anak untuk berhubungan dengan Alam. Sebab, mikroorganisme yang ditemukan mampu mengembangkan sistem Kekebalan Tubuhhnya dengan baik. Untuk itu, sangat perlu Anak untuk Bermain di Lingkungan terbuka walaupun nantinya ia akan lebih kotor. Cemong, belepotan.
 
Lanjut Dokter Julia, dengan cara tersebut Anak akan lebih mudah melindungi tubuhnya serta mempertahankan diri mereka dari penyakit dan alergi dengan baik. Richard menambahkan bahwa kegiatan di luar ruangan akan mendorong kreativitasnya dan dapat meminimalkan Stres dan Depresi
Jadi, mulai sekarang mulailah mengajak Anak untuk Bermain di Lingkungan terbuka. Jangan terpaku pada permainan yang mengandalkan teknomogi dari aneka gawai, karena keuntungan yang didapatnya sudah sangat jelas.[]


Sumber : Akurat.co

Rabu, 24 April 2019

Kesalahan yang Sering Dilakukan Orangtua saat Bonding dengan Anak

Batas Berita - Mungkin Anda sudah sering mendengar bahwa bonding atau menciptakan ikatan emosional yang terjalin antara orangtua dan anak sangat penting dilakukan sedini mungkin, karena memiliki banyak manfaat.
Bonding sudah terbukti dapat membuat anak lebih percaya diri, lebih siap mengeksplorasi, siap beradaptasi, mandiri, sehingga dapat memiliki kesempatan untuk belajar banyak hal, dibandingkan dengan anak yang tidak atau kurang mendapatkan bonding.
Tak ingin melewatkan manfaat dari bonding, tidak sedikit orangtua yang sudah lebih aware berlomba-lomba meluangkan waktunya untuk melakukan bonding pada sang buah hati.
Namun, psikolog anak, Chitra Annisya, M.Psi, mengatakan, ada beberapa kesalahan umum yang sering ditemukan pada orangtua saat melakukan bonding. Sehingga, manfaat bonding jadi tidak optimal.
"Salah satu kesalahan paling umum saat melakukan bonding adalah tidak lakukan menetralkan energi, sebelum hendak melakukan bonding pada anak," katanya kepada AkuratParenting di Gandaria City, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
"Jadi, misalnya pulang dari kantor, jalanan macet, stres, biasanya sampe kerumah, tidak mau buang waktu, mau coba langsung bermain dengan anak, langsung komunikasi sama anak, bonding dengan anak. Akibatnya, anak kena semprot. Cipratan energi negatif yang ada diluar itu yang sering kali terjadi, sehingga bondingnya pun diawali dengan energi yang buruk," lanjutnya.
Chitra menghimbau, seharusnya orangtua harus lebih peka terhadap apa yang dirasakannya sendiri terlebih dahulu. Jangan sampai energi negatif dibawa saat berinteraksi dengan anak, sehingga atmosfir bonding dengan anak pun terasa cukup berat atau negatif.
Dirinya juga mengatakan, saat orangtua sampai di rumah, coba bersihkan diri terlebih dahulu. Lakukan aktifitas seperti makan jika memang dalam kondisi lapar, dan sebagainya sebagai kebutuhan Anda menetralkan energi tubuh Anda untuk lebih dalam keadaan tenang.
"Ketika ingin melakukan bonding, kondisi bersama anak itu benar-benar harus optimal. Netral energinya, atau positif lebih baik. Sehingga anak merasa bahwa orangtuanya benar-benar fokus ke diri anak. Kesalahan berikutnya dalam melakukan bonding, sambil bermain gadget, atau sambil melalukan aktifitas lain," jelasnya.
"Sering banget lagi mandiin anak sambil main gadget. Pijit-pijit anak sambil main gadget, nemenin anak bermain sambil lakukan kerjaan. Tidak betul-betul hadir, fokus untuk anak tapi malah sibuk dengan sendiri. Wujudnya disitu, tapi pikirannya tidak disitu. Bagaimana bonding itu bisa ada manfaatnya?," tutupnya.[]

Sumber : Akurat.co