Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juli 2019

Kominfo: Penindakan Iklan Rokok di Internet Megacu PP 109 Tahun 2012

Batas Berita - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut tidak pernah sembarangan melakukan pemblokiran. Soal iklan rokok di internet pun ditegaskannya mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 109 Tahun 2012.
"Kominfo tidak pernah melakukan pemblokiran tanpa dasar. Pasti ada bukti, berita acaranya kita buat, semua sesuai SOP, forensik juga kita siapkan," ungkap Ditjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerepan, saat Audiesi Kominfo Bersama Komite Nasional Pelestarian Kretek, Selasa (2/7/2019), di Gedung Kominfo, Jakarta.
PP yang dimaksud ialah tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Dalam aturan tersebut dinyatakan bahwa ada sejumlah larangan yang tidak boleh tercantum dalam iklan rokok.
Pria yang akrab disapa Semmy itu menjelaskan bahwa pemblokiran itu hanya dilakukan terhadap iklan rokok, sementara konten organik terkait rokok yang diposting pengguna di platform tidak diblokir. Langkah yang ambil Kominfo pun dinilai sudah bijaksana. 
"Ditjen Aptika hanya memblokir 114 iklan, yang di-crawling bukan konten terkait rokok, tetapi iklan yang menampilkan gambar rokok. Kalau crawlingnya bukan hanya iklan, kebayang bakal lebih (banyak) dari itu," ujarnya.
Kendati demikian, jika terdapat konten ataupun iklan yang terjaring, pihak terkait dapat melaporkan dan mengajukan banding kepada Kominfo. Nantinya, konten maupun iklan tersebut akan dipulihkan kembali jika memang tidak tersebut melanggar aturan yang berlaku.
"Memang ada beberapa situs yang keblokir. Tapi mereka punya hak untuk banding dan akhirnya dibuka kembali," jelas Semmy.[]


Sumber : Akurat.co

Selasa, 25 Juni 2019

Mantapppp! Indonesia Basis Pengguna Facebook dan Instagram Terbanyak Keempat Dunia

Batas Berita - Indonesia diklaim sebagai basis pengguna platform Facebook dan Instagram terbesar keempat di dunia. WhatsApp pun menjadi aplikasi pesan Instan terpopuler di Tanah Air. Data tersebut terungkap dari hasil riset CupoNation yang dirilis, Selasa (25/6).
Menurut portal riset tersebut, hal itu tidak terlepas besarnya populasi penduduk di Indonesia serta jumlah pengguna internet yang terus meningkat. CupoNation mencatat Indonesia merupakan negara pengguna Facebook terbanyak, yakni 120 juta atau setara 44,94 persen dari total populasi. Mengalahkan Meksiko, Filipina, Vietnam dan Thailand.
Secara detil, pengguna jejaring sosial tersebut didominasi oleh laki-laki, yaitu 11 persen lebih tinggi dibanding perempuan. Berdasarkan rentang usia, pengguna terbanyak berumur 18 sampai 34 tahun untuk perempuan, dan 25 sampai 34 tahun untuk laki-laki.
Adapun pada peringkat pertama diduduki oleh India dengan 290 juta pengguna, disusul Amerika Serikat dan Brasill dengan masing-masing total pengguna sebanyak 190 juta dan 120 juta orang.
Selain Facebook, riset tersebut juga menobat Indonesia sebagai basis pengguna jejaring sosial Instagram terbanyak keempat di secara global.
Tercatat jumlah pengguna Instagram di Tanah Air sebanyak 56 juta atau setara 20,97 persen dari total populasi Indonesia. Dari rentang usianya, kebanyakan pengguna berusia 18 sampai 24 tahun untuk laki-laki dan perempuan.
"Studi juga mengungkap di awal tahun 2019 rata-rata jumlah pengguna instagram laki-laki 1,9 persen lebih banyak dibanding perempuan," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Selasa (25/6/2019).
Untuk pengguna Instagram terbanyak di dunia, CupoNation menempatkan Amerika Serikat pada peringkat pertama, yakni 110 juta pengguna. Sementara Brasil menduduki peringkat kedua dengan jumlah 66 juta pengguna, disusul Indonesia yakni 64 juta pengguna.
"Oleh sebab itu sudah dapat dipastikan Facebook dan Instagram merupakan sosial media yang paling banyak diminati di Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut riset CupoNation juga mencatatkan Aplikasi WhatsApp sebagai pesan instan paling populer dan wajib diunduh oleh warganet di Indonesia.
Tercatat tingkat penetrasi WhatsApp di Tanah Air sebesar 89 persen. Mengalahkan pesaingnya Line dengan penetrasi 59 persen, BBM 38 persen dan WeChat 28 persen.
CupoNation mengklaim banyak aplikasi pesan instan yang menawarkan fitur menarik dan bisa diunduh secara gratis. Namun hal tersebut dinilai tidak menjamin popularitas aplikasi untuk digunakan oleh masyarakat di Indonesia.[]


Sumber : Akurat.co