Tampilkan postingan dengan label Liga Champions. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Champions. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Oktober 2019

Terungkap, Penyebab Performa De Ligt Alami Penurunan

Batas Berita - Saat masih memperkuat Ajax Amsterdam, Matthijs De Ligt merupakan salah satu bek tangguh yang sulit dilewati lawan. Namun, performanya mengalami penurunan saat pindah ke Juventus. Pemain 20 tahun itu mengaku bahwa kepercayaan dirinya sempat menurun.
"Di Ajax saya merasa perkasa. Sekarang saya merasa kurang, namun itu wajar," ujarnya sebagaimanan dialnsir dari Football Italia.
"Kepercayaan diri saya sedikit berkurang dari musim lalu. Saya ada di klub yang baru, dengan gaya serta rekan setim yang baru. Sedikit berbeda dari Ajax," lanjutnya.
Sebelumnya diketahui bahwa ketika masih membela Ajax Amsterdam, De Ligt memang sempat menjabat sebagai kapten di usianya yang masih muda dan hal itu tak membuatnya merasa terbebani. Ketika itu De Ligt juga mampu membuktikan performa yang luar biasa di jantung pertahanan tim.
De Ligt juga mengantarkan Ajax menjadi juara di ajang Eredivisie dan membawa klubnya mencapai babak semifinal Liga Champions. Perjuangan mereja juga tergolong berat karena harus berhadapan dengan klub sebesar Real Madrid dan yang lainnya. 
Karena kerja kerasnya sebagai kapten tim, De Ligt juga menuai serangkaian pujian secara individu. Hal tersebut kemudian membuat klub sekelas Juventus tidak ragu untuk menggelontorkan uang sebesar 75 juta euro demi mendaratkannya di Italia.
Performa De Ligt di Juventus juga langsung di andalkan karena ia ditempatkan di sektor pertahanan bersama Leonardo Bonucci. Namun alih-alih bisa bersinar seperti di klub lamanya, performa De Ligt justru berbanding terbalik. Ia justru dianggap mengalami penurunan.
Penampilannya itu pun kian disoroti. Namun pria berumur 20 tahun itu menunjukkan kelapangan dada untuk mengakui kesalahannya. De Ligt mengakui bahwa ia memang masih belim dalam kondisi terbaik. 
"Saya masih belum berada dalam kondisi terbaik, saya tahu itu," ujar De Ligt.
Meski demikian, ia tidak merasa ragu bahwa dirinya akan kembali seperti sedia kala. Ia berjanji akan terus meningkatkan performanya selama masih diberi kepercayaan untuk beraksi di atas lapangan.
"Semakin sering saya bermain, semakin dekat saya dengan itu. Apa yang bisa saya lakukan sekarang adalah terus bekerja keras, melakukan yang terbaik dan belajar dari rekan setim saya," lanjutnya.
De Ligt merasa bahwa kepercayaan dirinya sedikit menurun jika dibandingkan saat masih memperkuat Ajax. Tapi itu dirasanya wajar, karena dirinya sedang berada di klub yang berbedan.[]

Sumber : Akurat.co

Rabu, 02 Oktober 2019

Zidane: Gol Pertama Brugge Ke Gawang Madrid Yang Dijaga Oleh Courtois Layak Jadi Bahan Tertawaan

Batas Berita - Real Madrid kembali harus menelan hasil mengecewakan di lanjutan kompetisi Liga Champions Eropa musim 2019-2020. Setelah sebelumnya dipaksa menelan kekalahan memalukan 3-0 dalam lawatan ke markas Paris Saint-Germain, El Real kini hanya mampu memetik hasil imbang 2-2 saat menjamu Club Brugge di kandang.
Penampilan Real Madrid di 45 menit pertama menjadi sorotan utama. El Real seakan tak menunjukkan kapasitas sebagai tim raksasa, dan dengan mudah memberi kesempatan kepada tamunya untuk mencetak dua gol di babak pertama.
''Gol pertama yang kami telan memang pantas dijadikan bahan tertawaan,'' buka Zidane usai pertandingan, seperti dilansir Marca.
''Di saat mereka (Club Brugge) berhasil mencetak gol pertama, seakan itu menjadi pemompa semangat bagi mereka. Sedangkan kami justru bermain semakin buruk, sehingga mereka bisa mencetak gol kedua mereka.''
Zinadine Zidane sendiri tak bisa merasa sepenuhnya puas dengan penampilan yang ditunjukkan anak asuhnya. Namun pelatih asal Prancis tersebut bersyukur anak asuhnya berhasil bangkit di babak kedua dan mengejar ketertinggalan.
''sejujurnya saya sangat puas dengan permainan kami di babak kedua. Ini bukan hasil yang baik, tetapi kami berhasil bereaksi dengan cukup baik,'' kata Zidane.
''Kami tidak bisa sepenuhnya senang, karena kami menunjukkan penampilan yang sama sekali berbeda di tiap 45 menitnya.''
Perbedaan performa yang sangat terasa terjadi di bawah mistar gawang El Real. Alphonse Areola yang diturunkan pada babak kedua untuk menggantikan Thibaut Courtois, dianggap menjadi kunci keberhasilan Madrid menghindar dari kekalahan.
Penampilan nya yang sangat meyakinkan, membuat lini pertahanan El Real tak ragu untuk maju jauh ke depan guna memberi dukungan pada lini serang. Buktinya, Dua gol penyeimbang El Real dicetak oleh para pemain bertahan.
Sergio Ramos menjadi pencetak gol pertama El Real di laga ini dengan tandukan kepala. Sedangkan gol penyeimbang Madrid dicetak oleh gelandang bertahan asal Brasil, Casemiro, di menit 85.[]

Sumber : Akurat.co