Tampilkan postingan dengan label Kerusuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerusuhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Oktober 2019

Argo Yuwono: Mereka Berani Menyerang Polisi Dan Dinyatakan 7 Perusuh Pakai Narkoba

Batas Berita - Polda Metro Jaya meringkus 519 orang perusuh dalam aksi unjuk rasa mahasiswa pada Senin (30/9/2019) malam di kawasan Gedung DPR RI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan, para perusuh yang ditangkap digiring ke Mapolda Metro Jaya untuk dimintai keterangannya dan dites urine. Hasilnya, tujuh orang dinyatakan positif menggunakan narkoba.
"Jadi narkoba itu untuk menghilangkan rasa takut ya. Makanya mereka berani menyerang polisi," tutur Argo kepada AKURAT.CO, Rabu (2/10/2019).
Argo melanjutkan, perusuh yang positif menggunakan narkoba akan diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Namun demikian, kata Argo untuk kasus kericuhan di Gedung DPR RI merupakan wewenang Direktur Reserse Kriminal Umum.
"Yang tangani memang Reserse Narkoba (yang positif)," ujarnya.
Tujuh perusuh yang positif narkoba yakni, FK (15), FR (17), GR (17), MR (17), IP (22), BS (18) dan MA (18). []

Sumber : Akurat.co

Senin, 19 Agustus 2019

Kapolri: Papua adalah Saudara Kita Sendiri

Batas Berita  - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyesalkan adanya kerusuhan di ManokwariPapua Barat, yang mengakibatkan gedung DPRD setempat dibakar oleh massa, Senin (19/8/2019).
"Hari ini di Manokwari ada aksi anarkis dan pengumpulan massa di Jayapura. Ini memang di-trigger dari adanya kejadian di Jatim, khususnya Surabaya dan Malang. Ini yang disesalkan," ujar Tito saat menjenguk anggota Polsek Wonokromo yang menjadi korban penyerangan di RS Bhayangkara Polda Jatim.
Menurut dia kejadian itu sebenarnya tidak perlu terjadi karena selama ini anak-anak dari Papua yang bersekolah di beberapa daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta tidak pernah ada masalah.
"Cuma kemarin di-triger ada kesimpangsiuran informasi atau kesalahpahaman. Mungkin juga ada yang membuat kata-kata yang kurang nyaman sehingga saudara kita di Papua merasa terusik dengan bahasa-bahasa seperti itu," ucapnya.
Tito menuding ada pihak-pihak yang sengaja menyebar informasi tidak benar untuk kepentingannya sendiri.
Mengenai kejadian yang ada di Surabaya dan Malang, kata dia, itu hanya peristiwa kecil yang sebetulnya sudah dilokalisir dan diselesaikan oleh Muspida setempat.
"Tapi kemudian muncul hoaks mengenai ada kata-kata yang kurang etis dari oknum tertentu. Ada juga hoaks seolah-olah ada adik kita dari Papua yang meninggal, padahal tidak. Ini ada yang mengembangkan berkembang di Manokwari, di Jayapura dan kemudian terjadi mobilisasi massa," katanya.
Kepada masyarakat Papua, Tito yang pernah menjadi Kapolda Papua meminta untuk tidak mudah terpancing dengan berita yang tidak benar.
Sementara, kata dia, kepada masyarakat di luar Papua diminta tak membedakan cara memperlakukan anak Papua karena merupakan bagian dari bangsa Indonesia.
"Papua adalah saudara sendiri. Jadi, komunikasi perlu dijalin dan masyarakat jangan terpancing. Baik yang di Papuamaupun di luar Papua, jangan mau menjadi korban adu domba atau terpancing dengan informasi yang tidak benar," tuturnya. []


Sumber : Akurat.co